Top Content Detail
PAKE BUAH, BIKIN KARYA MUSIK DAN ESTETIKANYA JADI MAKIN WAH! PAKE BUAH, BIKIN KARYA MUSIK DAN ESTETIKANYA JADI MAKIN WAH!

Ada banyak cara buat bikin sebuah rilisan musik jadi gampang diingat. Ada yang milih buat gunain foto personel band, ilustrasi abstrak, atau visual yang dibikin seminimalis mungkin biar gampang di notice. Dan salah satu objek yang menarik buat dibahas adalah penggunaan buah buat visual musik.

Pemilihan buah juga di sini gak sekadar karena warnanya cocok atau bentuknya estetik. Tapi ada yang punya cerita historis, ada yang merepresentasikan tema dari karya musiknya, dan ada juga yang jadi bagian dari identitas visual sebuah band. So langsung aja scroll ke bawah biar tau ada buah apa aja!

Cover tersebut jadi ikonik karena punya konsep interaktif, di mana di beberapa cetakan awal pisangnya dipasang sticker yang bisa dikupas dengan petunjuk "Peel Slowly and See". Dan pas kulitnya lepas, bakal keliatan warna pisang yang berbeda. Selain itu, cover ini juga dibuat sama salah satu musisi dan seniman terkenal, Andy Warhol makanya ide covernya gokil, setuju gak?

Pemilihan buah lemon sendiri berkaitan dengan aksi demonstrasi mahasiswa di Paris pada Mei 1968. Dimana para demonstran gunain lemon karena dipercaya bisa ngebantu menghadapi efek gas air mata. Jadi lemon di sini bukan sekadar penambahan warna kuning di tengah lukisan abstrak, tapi jadi penghubung antara musik, sejarah, dan sikap budaya yang ingin disampaikan.

Makna ini juga sejalan sama arah musik dari album Jubilee. Album ini sengaja bergerak ke arah kebahagiaan, keterbukaan, dan keinginan buat balik nikmatin hidup. Warna kuning yang mendominasi artwork juga dipilih dengan sadar karena kerasa hangat, cerah, dan jadi representasi suasana album yang lebih optimis dibanding dua album sebelumnya.

Kalo dari sisi musik, "Takkan Ada Cinta Yang Bersemi" ngebawa suasana alternative-rock dengan sentuhan elektronik, arpeggio, keyboard, dan strings. Vokal yang ekspresif berpadu dengan ambience melankolis ngebikin visual apel jadi kerasa cocok dan gak cuma mempercantik secara komposisi visual tapi juga secara musikal.

Pendekatan semacam ini juga ngebuat logo dari band Melon punya ciri khas yang gampang diingat tanpa harus nampilin foto personel atau ilustrasi yang lumayan kompleks. Dan fungsi buah melon di sini walaupun bukan sebagai objek utama, tapi dengan penempatannya sebagai pengganti huruf "O" bikin identitasnya langsung kerasa juga menambah estetika.

Dari hal ini lo pasti bakal setuju, kalo buah yang mungkin keliatan sederhana tapi bisa punya peran yang berbeda dan cerita yang panjang dalam dunia musik. Ada yang jadi karya seni ikonik, ngebawa cerita sejarah, representasi dari album, dan sebagai identitas utama. Objek yang biasanya ditemuin sehari-hari ternyata bisa berubah jadi simbol yang kuat kalo ditempatkan dalam konteks yang tepat.

 

Share